pub4d
LIVEHalaman digital terasa padat bukan selalu karena isinya terlalu panjang. Bisa jadi judul, teks, dan gambar tampil seolah sama-sama menjadi pusat perhatian. Dalam desain grafis, tipografi, fotografi, dan ilustrasi merupakan elemen visual yang digunakan untuk membentuk persepsi atas pesan. Cakupan desain komunikasi visual juga meliputi citra bergerak, audiovisual, dan media interaktif [1]. Untuk menyusun halaman, pilih dan atur elemen berdasarkan peran yang perlu dijalankannya.
Tentukan pokok bahasan sebelum mengatur tampilan
Anggap hierarki informasi sebagai urutan penekanan yang direncanakan: pokok bahasan lebih dulu, penjelasannya sesudah itu, lalu rincian pendukung. Mulailah dengan merumuskan inti tulisan dalam satu kalimat. Judul menyampaikan topik dan sudut bahasan; paragraf pembuka memberi konteks; bagian berikutnya mengembangkan gagasan secara bertahap.
Jika semua informasi diberi penekanan yang sama, pembaca tidak mendapat petunjuk jelas tentang mana yang menjadi pokok dan mana yang berfungsi sebagai pelengkap. Karena itu, jangan mulai dengan memilih banyak gaya huruf atau menambah gambar. Tentukan dahulu bagian mana yang perlu menonjol, kemudian sesuaikan tampilan dengannya.
Susun teks sebagai rangkaian gagasan
Setiap bagian sebaiknya punya tugas yang jelas. Satu subjudul dapat memperkenalkan aspek bahasan, sementara paragraf di bawahnya menguraikan aspek tersebut. Jika bagian baru beralih ke pertanyaan atau gagasan lain, subjudul dapat menandai perpindahan itu. Hindari heading yang hanya terdengar menarik tetapi tidak memberi petunjuk tentang isi bagian.
Di dalam paragraf, sampaikan gagasan utama sebelum rincian yang menerangkannya. Latar, contoh, dan batasan tetap penting, tetapi tempatkan sesuai hubungannya dengan pokok bahasan. Susunan seperti ini memberi tiap informasi posisi yang lebih jelas tanpa mengharuskan semua bagian memiliki panjang atau bentuk yang sama.
Pilih visual berdasarkan fungsinya
Tipografi, fotografi, dan ilustrasi termasuk elemen visual dalam desain grafis [1]. Dalam penataan halaman, tipografi dapat digunakan untuk membedakan judul dari teks isi. Foto dapat dipilih ketika objek yang dibahas perlu ditampilkan, sedangkan ilustrasi atau diagram bisa membantu menjelaskan hubungan atau urutan. Itu pilihan editorial, bukan kewajiban untuk memenuhi halaman dengan gambar.
Tanyakan apa yang ditambahkan sebuah visual pada bagian tertentu: apakah ia memberi konteks, memperjelas hubungan, atau sekadar mengulang informasi yang sudah ada? Bila teks sudah menyampaikan gagasan dengan cukup jelas dan visual tidak menambah penjelasan, menghapusnya bisa membuat susunan lebih terarah. Media bergerak, audiovisual, atau interaktif juga dapat menjadi pilihan dalam cakupan komunikasi visual yang lebih luas [1], tetapi bentuk yang paling kaya belum tentu paling sesuai untuk setiap tulisan.
Periksa alurnya dari judul dan subjudul
Sebelum menerbitkan halaman, baca judul dan subjudulnya saja. Apakah rangkaiannya sudah menunjukkan pokok bahasan dan urutan penjelasan? Lalu periksa apakah setiap visual berhubungan dengan bagian di dekatnya dan apakah paragraf benar-benar mengembangkan gagasan pada subjudul tersebut.
Tujuannya bukan membuat halaman sesederhana mungkin, melainkan memberi tiap unsur bobot yang tepat. Saat pokok bahasan, penjelasan, dan visual punya peran yang berbeda, alur halaman lebih mudah dikenali tanpa membuat inti tulisan tenggelam di antara elemen lain.
Sumber
- [1] Wikipedia bahasa Indonesia — Desain grafis. https://id.wikipedia.org/w/index.php?oldid=29507527&title=Desain_grafis (diakses 2026-10-03).